Showing posts with label Ahmad Tohari. Show all posts
Showing posts with label Ahmad Tohari. Show all posts

Friday, April 15, 2011

Kubah


Download : Kubah

Friday, July 16, 2010

Malam hari ketika sudah berada kembali di Dukuh Paruk aku berdiri tanpa teman di luar rumah. Sekelilingku adalah tanah air yang kecil dan sengsara. Ditambah dengan nestapa yang sedang menimpa Srintil, Dukuh Paruk bertambah sakit. Sekelilingku adalah Dukuh Paruk yang sedang lelap dalam gubuk-gubuk ilalang, bukuh Paruk yang sejak kelahirannya tak pernah mampu menangkap maksud tertinggi kehidupan. Tanah airku yang kecil tak pernah bersungguh-sungguh mengembangkan akal budi sehingga tidak tahu bahwa dia seharusnya menyingkirkan kurap dan cacing yang menggerogoti anak-anak, serta kebodohan yang hanya membawa kemelaratan turun-temurun. Karena tak pernah atau tak mampu mengembangkan akal budi pula, tanah airku yang kecil sesungguhnya tak pernah berusaha menyelaraskan diri dengan selera Ilahi. Ibuku telah sekian lama terlena dalam krida batin yang naif, kenaifan mana telah melahirkan antara lain ronggeng-ronggeng Dukuh Paruk. Ronggeng sendiri mestinya tiada mengapa bila dia memungkinkan ditata dalam keselarasan agung. Namun ronggeng yang mengembangkan wawasan berahi yang primitif ternyata tidak mendatangkan rahmat kehidupan.

Sementara aku berdiri di punggung Dukuh Paruk yang tua dan masih naif, langit di atasku kelihatan bersih. Hanya kabut yang gaib, dan baru kasat mata setelah dia membuat jantera bianglala di seputar bulan. Mendiang Sakarya sering mengatakan, bulan berkalang bianglala adalah pertanda datangnya masa susah dan Dukuh Paruk selalu percaya akan kata-kata kamituanya. Tetapi kiranya mendiang Sakarya mau mengerti bila aku berpendapat lain. Bulan berkalang bianglala di atas sana kuanggap sebagai sasmita bagi diriku sendiri, untuk mengambil wilayah kecil yang terkalang sebagai sasaran mencari makna hidup. Dukuh Paruk harus kubantu menemukan dirinya kembali, lalu kuajak mencari keselarasan di hadapan Sang Wujud yang serba tanpa batas.

Download : Jentera Bianglala

Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pendukuhan yang kecil, miskin, terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang.

Tanpanya, dukuh itu merasa kehilangan jati diri. Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Semua ingin pernah bersama ronggeng itu. Dari kaula biasa hingga pejabat-pejabat desa maupun kabupaten. Namun malapetaka politik tahun 1965 membuat dukuh tersebut hancur, baik secara fisik maupun mental. Karena kebodohannya, mereka terbawa arus dan divonis sebagai manusia-manusia yang telah mengguncangkan negara ini. Pedukuhan itu dibakar. Ronggeng beserta para penabuh calungnya ditahan. Hanya karena kecantikannyalah Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara itu.

Namun pengalaman pahit sebagai tahanan politik membuat Srintil sadar akan harkatnya sebagai manusia. Karena itu setelah bebas, ia berniat memperbaiki citra dirinya. Ia tak ingin lagi melayani lelaki mana pun. Ia ingin menjadi wanita somahan. Dan ketika Bajus muncul dalam hidupnya, sepercik harapan timbul, harapan yang makin lama makin membuncah. Tapi, ternyata Srintil kembali terempas, kali ini bahkan membuat jiwanya hancur berantakan, tanpa harkat secuil pun...

Download : Ronggeng Dukuh Paruk

'Lintang Kemukus Dini Hari’, mengisahkan Dukuh Paruk setelah peninggalan Rasus yang bekerja pada tentara. dikisahkan Srintil tidak suka meronggeng lagi karena memikirkan cintanya pada Rasus yang pergi begitu saja tanpa pamit. sementara itu, situasi politik simpang siur menimpa Dukuh Paruk. salah satu bencana datang ketika seorang bernama Bakar menghampiri Dukuh Paruk dengan berbagai teori persama-rataan hak. Bakar mulai menjadikan Dukuh Paruk sebagai basecamp pergerakan komunis dan mulai menjadikan Ronggeng dan Tayub sebagai alat kampanye PKI. warga Dukuh Paruk yang tidak mengerti apa-pun senang dengan perlakuan Bakar yang selalu melibatkan kesenian Ronggeng di berbagai pertemuan. dan ketika komunis kalah dan harus diberanguskan, orang-orang Dukuh Paruk dituduh sebagai antek-antek komunis sehingga dukuh mereka harus dibakar dan orang-orang mereka dipenjara tak terkecuali Srintil yang mendapat jatah penjara lebih lama.

Download : Lintang Kemukus Dini Hari


Download : Bekisar Merah

 

FREE HOT VIDEO | HOT GIRL GALERRY